jump to navigation

Menjelajahi Kota Auckland Februari 13, 2013

Posted by wiretes in Geowisata.
Tags: , ,
add a comment

Menjelajahi kota Auckland sungguh merupakan pengalaman yang menarik. Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti kursus Geothermal di University of Auckland. Menginap di the Quadrant Hotel tidak jauh dari tempat kursus dan terutama Queen Street. Makan di sepanjang Queen Street yang membentang sepanjang sekitar 3 km bisa memilih ragam makanan dari makanan melayu, timur tengah, oriental maupun masakan barat. Karena lidah Indonesia maka saya kalo cari makan seringnya ke restoran melayu dan kadang – kadang timur tengah.

Selain makanan di sepanjang jalan juga terdapat berbagai jenis pusat perbelanjaan mulai dari kebutuhan sehari – hari sampai souvenir khas Selandia Baru. Bangunan – bangunan bersejarah juga masih berdiri kokoh di kanan kiri jalan termasuk Sky tower yang menjadi ikon Auckland.

Di depan hotel terdapat taman hutan kota Albert Park yang sangat rimbun dan tertata dengan rapi dan bersih sehingga ketika melewati taman tersebut terasa sejuk dan nyaman. Tempat menarik lainnya adalah Auckland War Memorial Museum. Di tempat ini disajikan sejarah panjang Selandia Baru diantaranya sejarah Maori sampai perjuangan pada Perang Dunia. Selain itu masa prasejarah dan sejarah kegunung apian juga disajikan dalam museum tersebut. Di dekat museum terdapat Parnell road dengan jajaran tempat berbelanja dan kafe – kafe unik di kanan – kiri jalan.

Apabila ingin berkeliling kota bisa ikut bis hop on hop off ataupun bis kota biasa yang setidaknya memiliki dua jalur yaitu jalur lingkar dalam dan lingkar luar. Banyak orang Indonesia yang bekerja maupun belajar disini. Beberapa staff hotel tempat saya menginap juga merupakan orang Indonesia. Masih banyak tempat menarik yang sayang sekali belum terjelajahi, namun sedikit pengalaman ini sudah sangat berkesan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mencoba Transportasi Umum di Denmark Februari 13, 2013

Posted by wiretes in Geowisata.
Tags: , , , , ,
add a comment

Pertama kalinya menginjakkan kaki di Copenhagen Airport setelah belasan jam berada di pesawat dari Jakarta  dan transit sebentar di Changi Airport Singapura dan Frankfurt Jerman. Suasana riuh bandara membuat sedikit bingung mencari jalan keluar. Dengan sedikit was – was saya mengikuti petunjuk arah keluar.

Tempat tujuan kota Herning memang masih jauh dari Copenhagen, sekitar 3 jam dengan kereta. Namun saya telah merencanakan perjalanan ini jauh hari. Sebenarnya stasiun kereta terintegrasi dengan bandara. Dari area keluar bandara tinggal langsung ke bawah menuju stasiun kereta. Namun saya tidak ingin langsung naik kereta dari bandara. Saya lebih memilih berkeliling Copenhagen dulu dan naik kereta dari stasiun kota Copenhagen. Saya keluar dari bandara dan segera mencari transportasi umum. Dengan pertimbangan barang bawaan yang cukup banyak dan fleksibilitas jalur akhirnya saya memutuskan mencari taksi. Taksi di sini rata – rata memakai mobil mewah dan memang disiapkan dengan tarif mahal demi kenyamanan penumpangnya. Alternatif angkutan yang lebih murah tersedia dengan mudah yaitu kereta dan bis tinggal memilih mana yang lebih disukai.

Naik mobil mercy mewah berkeliling kota Copenhagen dan mengambil beberapa foto. Sampai di stasiun kota Copenhagen turun dan masuk ke dalam bangunan tua yang cukup bersejarah. Tidak sulit menemukan jadwal dan jalur kereta yang akan saya naiki karena layar informasi terpampang dengan jelas. Tiket memang sudah dibeli jauh hari dari Indonesia secara online via website DSB (penyedia kereta api). Cukup mudah  membeli tiket dengan kartu kredit, walaupun bahasa di websitenya menggunakan bahasa Denmark namun kita bisa mendownload tutorial pemesanan versi bahasa Inggris dengan mudah. Pilihan kursi di kereta juga tersedia mulai dari tanpa kursi dengan harga yang murah, jadi tinggal nyari kursi yang kosong di kereta, jika diusir harus nyari kursi lain yang kosong. Pilihan lain adalah mau di tempat yang tenang tanpa anak – anak dan hewan peliharaan dengan harga yang paling mahal atau mau bercampur dengan anak – anak dan hewan peliharaan yang lebih berisik. Pilihan ini sangat memberi kenyamanan pada penumpang. waktu itu saya memilih suasana tenang dan dekat dengan jendela supaya bisa melihat pemandangan di sepanjang perjalanan. System informasi yang tersedia juga sangat memudahkan penumpang. Diatas kursi terdapat layar yang menunjukkan stasiun tujuan si penumpang kursi tersebut dan di setiap gerbong ada papan informasi pemberitahuan stasiun terdekat dengan disertai suara pemberitahuan. Wifi disediakan di kereta namun sayangnya harus memakai paket dari provider telekomunikasi lokal yang saya tidak miliki.

Sekitar 3 jam sangat nyaman di dalam kereta dengan pemandangan ladang – ladang luas, ternak dan suasana pedesaan Denmark. Sesekali terlihat turbin angin yang ada di tengah ladang. Denmark memang terkenal membangkitkan sekitar seperempat kebutuhan listriknya dari tenaga angin. Negara dengan penduduk hanya sekitar 6 juta jiwa ini memang terlihat sepi dan tenang. Dari Copenhagen ke herning melewati 2 selat karena kedua kota ini berada di 2 pulau yang berbeda. Jalur kereta melewati terowongan bawah laut dan sebelum masuk terowongan sempat terlihat pantainya yang bersih dan indah. Di lepas pantai sekali lagi terlihat jajaran turbin angin yang berputar dengan pelan.

Sampai di Herning saya turun dari kereta dan cukup kebingungan mencari angkutan untuk menuju hotel tempat saya menginap. Bertanyalah saya kepada seorang tua tentang jalur bis yang menuju ke hotel tersebut. Beruntungnya dia juga memiliki tujuan dengan arah yang sama. Bersama dengan orang tua tersebut saya menaiki bis besar berwarna kuning yang mungkin seukuran bis bandara di Jakarta. Membayar ongkos bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan kartu langganan atau uang cash yang diserahkan langsung ke supir. Tidak ada kernet yang meminta uang ongkos di bis besar tersebut. Bisnya sangat nyaman dengan kursi empuk yang tidak terlalu penuh penumpang. Di sini orang memakai kursi roda, membawa stroller bayi bahkan sepeda bisa dengan leluasa naik ke bis maupun kereta. Disediakan tempat khusus yang cukup luas untuk penumpang special. Ingin turun dari bis pun tinggal pencet tombol dan supir akan menghentikan bis di halte terdekat. Untuk kegiatan sehari hari baik ke kampus maupun belanja dll orang lebih suka menggunakan sepeda. di setiap tempat umum pasti dilengkapi dengan tempat parkir sepeda.

Pengalaman naik transportasi umum di negara maju memang sangat menyenangkan. Transportasi umum di Denmark memang jauh lebih nyaman daripada di Indonesia. Suatu saat nanti saya berharap Indonesia bisa mengikuti.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Basic Jungle Survival Februari 12, 2013

Posted by wiretes in Bukan Cerita Biasa.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Sebelum melakukan pendakian ataupun segala kegiatan yang berada di daerah pegunungan dan memasuki daerah hutan belantara sudah seharusnya memiliki persiapan yang matang. Salah satu persiapan yang dibutuhkan adalah pelajaran survival. Hal ini akan sangat berguna apabila kita mengalami kondisi darurat selama melakukan kegiatan di hutan belantara.

Salah satu cara untuk mempelajari metode survival adalah dengan mengikuti jungle survival. Pada bulan Oktober 2012 saya berkesempatan mengikuti Basic Jungle Survival yang diselenggarakan oleh ELNUSA-PERTAMINA dengan mentor dari Yayasan Survival Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu persiapan sebelum kami melakukan Survei Pendahuluan di salah satu daerah prospek Geothermal di Indonesia. Kegiatan ini mengambil tempat di Cibodas-Gn Kencana Jawa Barat.

Materi kegiatan meliputi materi di dalam kelas dan di lapangan. Berbagai teknik yang bisa dilakukan untuk mempertahankan hidup dalam kondisi darurat di hutan diajarkan selama kegiatan ini. Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini diantaranya adalah:

  • Mencari, mengumpulkan, menjernihkan, dan menyimpan air

Air merupakan kebutuhan vital untuk mempertahankan hidup. Manusia akan lebih kuat menahan lapar daripada menahan haus, untuk itu dibutuhkan air agar kita dapat mempertahankan hidup lebih lama selagi mencari jalan keluar ataupun menunggu bantuan.

Air didapatkan dari batang tumbuh – tumbuhan,  air hujan, embun maupun uap air dari dalam tanah dan daun – daunan.

  • Mengenal macam – macam bivak dan membangun bivak
  • Image

Sebagai tempat perlindungan kita memerlukan bivak. Bivak ini dapat kita buat dari alam berupa pohon – pohon, daun dan sebagainya maupun dari ponco yang kita bawa.

  • Membuat api tanpa korek api

Untuk menghangatkan tubuh, memberikan cahaya, memasak dan mengusir hewan buas kita memerlukan api. Tanpa korek api kita bisa membuat api dari busur yang digunakan untuk menggesek batang pohon kering yang mudah terbakar.

  • Menyiapkan dan memasak makanan
  • Image

Berbagai macam perkakas bisa kita buat dari bahan alam seperti memasak nasi dengan bambu atau menggunakan buah kelapa

  • Mengenali manfaat & bahaya flora dan fauna liar

Dari alam bisa kita dapatkan bahan makanan yang dapat kita makan secara langsung maupun dimasak terlebih dahulu. Daun daunan dan hewan yang kita temui bisa kita jadikan bahan makanan. Namun harus kita waspadai tumbuhan – tumbuhan beracun yang sebaiknya kita hindari.

  • Navigasi dengan bantuan kompas dan peta

Apabila kita membawa peta dan juga kompas dapat kita manfaatkan untuk mengetahui keberadaan kita maupun mencari jalan keluar.

  • Tali temali & ilmu simpul dasar

Tali temali bermanfaat untuk membuat bivak maupun sebagai tali perlindungan diri dan kelompok.

  • Tehnik penyeberangan sungai/danau.

Sungai atau danau yang menjadi penghambat jalan kadang bisa menyulitkan. Untuk itu diperlukan teknik khusus untuk dapat menyeberanginya baik sendirian maupun berkelompok.

  • Leadership dalam kelompok, kerjasama kelompok dan tehnik pengambilan keputusan dalam kondisi darurat.

Kegiatan ini sangat bermanfaat sebelum kita benar – benar terjun ke lapangan. Mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat yang tidak kita inginkan.

Image

Aspek HSE dalam Survei Pendahuluan Panas Bumi Februari 12, 2013

Posted by wiretes in Geologi Terapan.
Tags: , , , , , , , , ,
add a comment

Sebelum suatu daerah ditetapkan menjadi WK Panas Bumi maka dilakukan Survei Pendahuluan untuk memperkirakan potensi Panas Bumi yang ada. Hasil dari Survei Pendahuluan akan dibuat laporan dan disajikan berupa data yang berhubungan dengan informasi kondisi geologi, geofisika dan geokimia untuk memperkirakan letak dan adanya sumber daya Panas Bumi.

awan

Survei yang dilakukan memiliki resiko yang cukup tinggi karena biasanya dilakukan di daerah gunung dengan topografi yang sangat bervariasi dan sebagian berada di hutan lindung maupun hutan konservasi. Aspek HSE menjadi landasan utama dalam keberhasilan pelaksanaan survei ini. Beberapa aspek yang menjadi bahasan utama dalam persiapan survei ini adalah :

–          Personal

Meliputi kesiapan diri, fisik dan mental, termasuk skill dan attitude yang akan dikembangkan melalui pelatihan dan briefing sebelum survey di lakukan. Pelatihan survival di hutan rencananya akan bekerja sama dengan Wanadri. Pengarahan yang dilakukan juga terutama harus diberikan kepada tenaga lokal khususnya untuk mengatur attitude agar mengutamakan keselamatan.

–          Perlengkapan dan Logistik

Peralatan yang dibawa harus yang baik dan sesuai dengan keadaan medan dan situasi lapangan. Misalnya GPS, kompas, peta, APD yang baik, jeans, celana panjang berbahan tebal, sarung tangan, sepatu boot anti slip, pisau, korek api gas, dll. Logistik harus di atur dan diperhitungkan dengan baik

–          Reconnaisance

Reconnaisance lokasi survey perlu dilakukan untuk memahami jalur – jalur yang akan dilalui terutama jalur lain yang bukan jalur utama pendakian.

–          Porter

Menggunakan bantuan tenaga lokal untuk menjadi porter, pembuka dan penunjuk jalan.

–          Perijinan

Permintaan ijin tidak hanya kepada pemerintah daerah yang akan di lalui tetapi juga kepada masyarakat adat sekitar, sehingga survey tidak akan terkendala karena dianggap mengganggu masyarakat. Beberapa hal yang bersifat spiritual juga tida boleh diabaikan dan perlu diperhatikan

–          Medical Check Up

Perlu dilakukan medical check up sebelum di lakukan survey.

–          Kerjasama dengan berbagai pihak terkait

Terutama dengan instansi pelaksana survei dan tokoh setempat sehingga prosedur pelaksanaan survey geothermal dapat dipatuhi oleh setiap peserta yang terlibat sehingga keselamatan peserta menjadi yang utama.

Beberapa bahaya yang dapat diidentifikasi dalam pelaksanaan survey ini diantaranya:

–          Tersesat

Merupakan hal yang umum terjadi ketika survey di pegunungan terutama pada lokasi dengan situasi penglihatan yang berkurang, jalan setapak yang membingungkan, GPS pun kadang bisa kesulitan membaca sinyal bila banyak vegetasi yang menutupi.

–          Terpeleset

Hal ini harus di waspadai pada musim hujan atau di pagi hari dan dapat menjadi masalah ketika area yang disurvei harus melewati tebing atau lereng yang curam. Disarankan untuk mengambil jalur yang lebih aman dan tidak berbahaya. Dan bila di perlukan dapat menggunakan tali dan berbagai perlengkapan untuk menjaga keselamatan

–          Longsoran material

Setiap tahun selalu terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban karena terkena longsoran material, sehingga perlengkapan yang memadai, pengetahuan dan pertimbangan yang tepat sangat dibutuhkan ketika akan melakukan survey di area pegunungan terutama bila musim hujan.

–          Hewan liar

Beberapa kejadian emergency yang jarang terjadi misalnya karena serangan hewan – hewan liar, seperti gigitan ular, babi hutan, harimau/macan, kadang pula yang bersifat minor seperti lintah, pacet, semut, dan serangga lain yang berbisa tetapi tidak mematikan.

–          Arus sungai

Menyeberangi sungai terutama yang berarus deras harus memperhatikan banyak hal, jangan memaksakan untuk menyeberangi sungai yang sedang banjir dan berarus kencang, batu – batu yang ada di sungai bisa menjadi sangat licin, sebaiknya menggunakan tongkat untuk membantu menjaga keseimbangan

–          Gas berbahaya

Di daerah survei dijumpai Solfatara yang kandungan gasnya adalah H2S dan juga endapan sulfur

–          Air panas dan Fumarola

Dijumpai juga mata air panas dan uap air panas yang bisa membahayakan

–          Perilaku

Banyak sekali kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh perilaku seseorang yang tidak mematuhi prosedur yang sudah ada. Banyak orang merasa biasa melakukan sehingga kurang waspada dan banyak orang merasa mampu melakukan sehingga kadang memaksakan.

Kaliadem offroad sensation Februari 12, 2013

Posted by wiretes in Geowisata.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Bulan September 2012 saya berkesempatan mengikuti kursus yang merupakan salah satu acara di dalam PIT IAGI 2012 yaitu kursus vukanologi. hari terakhir diisi dengan fieldtrip ke kawasan Gunung Merapi Yogyakarta.

Berangkat naik bis dari hotel Melia Purosani pagi – pagi dan menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam untuk sampai di kawasan Kaliadem, parkir di dekat rumah almarhum Mbah Marijan yang beberapa waktu lalu meninggal pada saat gunung Merapi erupsi. Di tempat itu yang dulunya merupakan lembah setelah erupsi Merapi berubah menjadi dataran pasir, kerikil, kerakal dan berangkal.

Turun dari bis saya dan peserta yang lain tidak menyangka kalau sudah ditunggu puluhan jip kendaraan offroad yang siap mengangkut kami menuju arah puncak Merapi. Merupakan pengalaman pertama saya offroad memakai jip apalagi diatas gunung berapi dengan medan batuan hasil erupsi gunung yang masih fresh dan bahkan di sebagian tempat masih terlihat asap yang menandakan bahwa batuan di bawah masih cukup panas dan belum sepenuhnya mendingin.

Image

Setelah semua peserta naik ke jip masing – masing kami berkonvoi melalui jalur offroad menuju ke atas. setelah sampai di atas kami turun menuju lembah Kaliadem yang menggambarkan dengan jelas hasil letusan Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu. Batuan fresh dari pasir sampai bongkah dengan volume yang sangat besar telah dimuntahkan dari mulut Gunung Merapi. Magma dari dalam perut bumi keluar membeku menjadi batuan vulkanik yang bahkan sampai saat ini belum benar – benar dingin.

Sortasi batuan yang sangat buruk menandakan letusan yang cukup dahsyat telah terjadi menjadikan batuan dari yang berukuran pasir halus sampai dengan bongkah yang besar tercampur dengan tidak beraturan.

IMG_20120915_154853

Tumbuh – tumbuhan perintis mulai tumbuh di sela – sela batuan yang yang telah menutup dan mematikan tumbuhan yang sebelumnya menutupi daerah itu.

Pemandangan dari atas juga sangat spektakuler. Kota Jogjakarta terlihat dengan cukup jelas karena cuaca yang cukup cerah pada saat kami datang. Namun cuaca cerah tidak bertahan lama karena mendung segera menggelayut dan menutupi pandangan.

Image

offroad di Kaliadem

IMG_20120915_144923

Gunung Gede Pangrango (Field Trip HAGI 2011) September 14, 2011

Posted by wiretes in Geowisata.
Tags: , , , ,
add a comment

Sejumlah orang telah berkumpul di sekretariat HAGI di Patra Jasa Office Tower sore itu Jumat 10 Juni 2011. Sekitar jam 7 malam kami berangkat menggunakan bus dan sampai di suatu vila di taman wisata Cibodas. Kami bermalam di situ sebelum paginya memulai pendakian. Pagi buta kami bersiap untuk berangkat dan sebelumnya sarapan di Cibodas.

Satu jam pertama perjalanan terasa sangat berat karena sudah lama tidak melakukan perjalanan seperti ini. Di pos perhentian pertama dijumpai telaga biru. Telaga ini letaknya tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Menurut papan informasi warna telaga ini kadang berubah dari hijau kecoklatan menjadi biru. Hal ini disebabkan karena tumbuhnya organisme dan larutan produk vulkanik yang terbawa air.

Perjalanan dilanjutkan melalui jalan setapak di tengah belantara yang memang dikhususkan untuk para pendaki. Rombongan mulai terpisah menjadi beberapa kelompok. Di sepanjang perjalanan terdengar suara berbagai macam binatang yang memang dilindungi di taman nasional ini. Owa jawa terlihat bergelantungan di pucuk – pucuk pohon yang tinggi menjulang. beberapa burung tampak hinggap dan beterbangan di pepohonan.

Pagi mulai berganti menjadi siang. Fenomena alam menarik lainnya yang dijumpai adalah mata air panas yang mengalir dengan deras membentuk semacam air terjun. Uap dari air panas tersebut menutupi jalan yang kami lewati untuk menyeberangi air terjun tersebut.

Setelah dari mata air panas ditemui juga air terjun yang lebih besar di sisi kanan jalan setapak.

Tengah hari kami sampai di pos pemberhentian Kandang Badak untuk istirahat siang dan makan. Sebagian rombongan masih ada yang tertinggal jauh dibelakang. Cukup istirahat perjalanan dilanjutkan kembali menyusuri jalan setapak yang semakin terjal. Ada sebuah tanjakan yang disebut tanjakan setan karena di tanjakan tersebut pendaki harus sedikit climbing. Semakin tinggi jumlah tumbuhan semakin berkurang dan hanya tertinggal beberapa macam tumbuhan dataran tinggi vulkanik.

Hampir magrib kami baru melihat puncak. Lelah seharian perjalanan serasa hilang melihat keadaan sekitar yang menakjubkan. Di lereng tampak pohon edelweiss dengan bunganya yang masih kecil. Awan putih menyelimuti lereng gunung. Kawah yang masih aktif terlihat di bawah.

Sinar matahari mulai meredup. Kami harus menuruni lereng menuju tempat kemah di lembah Surya Kencana. Di kegelapan malam dan hujan gerimis kami menuruni lereng terjal menuju tempat kemah. Jam 8 malam kami baru sampai di tempat kemah. Hujan deras mengguyur perkemahan menambah dinginnya malam yang membuat badan menggigil.
Matahari terbit tidak dapat disaksikan dengan sempurna karena posisi perkemahan yang berada di lembah. Setelah sarapan kami berkemas dan mendaki lagi jalan terjal menuju ke puncak. Matahari yang lebih cerah membuat suasana semakin menakjubkan.

Thanks to: Allah SWT, HAGI, PERTAMINA, all participant, all porter.
more info

Wind Power Indonesia April 20, 2011

Posted by wiretes in Bukan Cerita Biasa.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Penggunaan energi angin sebagai pembangkit listrik mulai berkembang sejak tahun 1970. Pada tahun 2008 energi angin telah menyumbang 20% tenaga listrik di Denmark, lebih dari 11% di Spanyol dan Portugal, 9% di Irlandia dan hampir 7% di German, sedangkan untuk Amerika Serikat mencapai 2% (IEA Wind, 2009).
Sejak tahun 2000 pertumbuhan kapasitas terinstal setiap tahun mencapai 30%. Pada tahun 2008 terdapat penambahan kapasitas terinstal sebesar 27 GW di lebih dari 50 negara dunia. Penambahan ini menjadikan kapasitas terinstal baik onshore maupun offshore menjadi 127 GW di seluruh dunia.


Biaya untuk energi angin di Negara – Negara berkembang pada tahun 2004 sebesar 8 c/kWh, biaya ini lebih murah apabila dibandingkan dengan geothermal maupun Large Hydro yang berada pada kisaran 10 c/kWh apalagi jika dibandingkan dengan listrik dari solar thermal yang mencapai kisaran 34 c/kWh (UNDP, 2004).
Untuk kawasan Asia, kapasitas terinstal terbesar dimiliki China yang pada tahun 2010 mencapai 42 GW. Selain itu India sebesar 13 GW, Jepang pada tahun 2008 sebesar 1.9 GW, Taiwan 358 MW, Korea Selatan 236 MW. Sedangkan di Asia Tenggara, Filipina telah memiliki 25 MW (GWEC, 2010).
Oil company yang telah memulai bisnisnya di bidang ini adalah BP. Sejak tahun 2005 hingga 2011 BP telah memiliki kapasitas terinstal sebesar 1300 MW di Amerika dan merencanakan menambah kapasitas menjadi 4000 MW sampai tahun 2015 (Website BP, 2011). Selain BP, Statoil telah memiliki beberapa daerah konsesi untuk pengembangan wind farm di Norwegia, bahkan saat ini sedang melakukan uji konstruksi floating turbine pertama di dunia di offshore Norwegia (Website Statoil, 2011). Sedangkan Exxonmobil juga mulai melirik bisnis ini dan telah menyiapkan visi pengembangan energi terbarukan termasuj angin sampai dengan tahun 2030.
Di Indonesia sumber energi angin cukup berlimpah. Sumber daya yang tersedia di alam diperkirakan mencapai 9290 MW (DESDM, 2009) namun kapasitas yang terinstal baru 1.1 MW. Pengembangan energi angin ini akan menambah pasokan energi listrik dan juga sekaligus dapat mengurangi ketergantungan akan energi fosil.
Untuk mendorong pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, disebutkan bahwa bauran energi primer untuk Energi Baru dan Terbarukan akan sebesar 17% pada tahun 2025. Sedangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan visi yang lebih agresif mendukung realisasi Perpres tersebut yaitu Visi EBT 25/25, dimana pada tahun 2025 ditargetkan EBT akan memiliki porsi 25% dari total bauran energi primer di Indonesia.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 692 pengikut lainnya